Sports

7 Comeback Terbaik dalam Dunia Sepakbola

7 Comeback Terbaik dalam Dunia Sepakbola

Dalam dunia sepakbola, ada banyak sekali cerita menarik yang terjadi di dalamnya, termasuk aksi comeback atau perjuangan sebuah tim yang sudah tertinggal skornya dan tidak harapan, justru mampu membalikkan keadaan dan akhirnya memenangi laga. Berikut ini adalah 7 aksi comeback terbaik dalam sejarah sepakbola dunia yang diamati jasabola.

  • Werder Bremen vs Anderlecht

Werder Bremen vs Anderlecht

Memang, baik Werder Bremen ataupun Anderlecht sama-sama gagal melaju ke babak  selanjutnya pada saat menjadi kontestan di Liga Champions 1993. Akan tetapi ada satu kejadian menarik ketika kedua tim bertemu di fase grup. Pada babak awal, Werder Bremen selaku tuan rumah harus ketinggalan terlebih dahulu dengan 3 gol yang dilesakkan oleh Philippe Albert dan kemudian dilanjutkan oleh Danny Boffin dengan 2 golnya. 3 gol tersebut tercipta hanya dalam kurun waktu kurang dari 30 menit.

Tentu saja, sebuah langkah yang berat bagi Werder Bremen untuk dapat memenangi pertandingan dengan agregat skor yang besar tersebut. Namun keyakinan diri yang tinggi dan juga tidak ingin pasukan Anderlecht berpesta di kandangnya, Wynton Rufer memecah kebuntuan dengan mencetak gol pertama untuk Werder Bremen. Dan setelah itu, Werder Bremen mencetak 4 gol lagi hanya dalam kurun waktu 17 menit. Pertandingan berakhir untuk kemenangan Werder Bremen dengan skor 5-3 streaming online.

  • Barcelona vs Atletico Madrid

Barcelona vs Atletico Madrid

Pada musim 1996/1997, Barcelona harus menjamu Atletico Madrid di Camp Nou saat keduanya bertemu di babak perempat final Copa del Rey. Pada awal permainan, Barcelona harus tertinggal terlebih dahulu karena gol yang dicetak oleh Milinko Pantic pada menit ke-9. Tak lama berselang, Pantic kembali menggandakan gol di menit ke-29. Masuk ke menit ke-31, Atletico Madrid mendapatkan penalti yang tidak disia-siakan oleh Pantic. Skor menjadi 0 – 3 dan bertahan sampai babak pertama usai.

Masuk ke babak kedua, Barcelona memperkecil ketertinggalan melalui 2 gol yang dicetak Ronaldo. Sayangnya, Pantic kembali menjadi momok Barcelona setelah sekali lagi menjebol gawang Blaugrana pada menit ke-51. Tertinggal dengan skor 2-4, akhirnya secara berturut-turut Ronaldo, Luis Figo dan Juan Antonio Pizzi mencetakgol untuk mengembalikan kedudukan menjadi 5-4.

  • Bayern Munchen vs Manchester United

Bayern Munchen vs Manchester United

Final Liga Champions musim 1998/1999 adalah final yang tak mungkin terlupakan bagi pasukan Bayern Munchen dan Manchester United. Betapa tidak, Bayern Munchen yang sudah menggenggam asa kemenangan karena cetakan gol yang diciptakan Mario Basler di awal babak pertama bertahan sampai mendekati akhir laga. Untung saja, perlawanan sengit diberikan oleh anak-anak asuh Sir Alex Ferguson. Terbukti mendekati menit akhir, Tedy Sherngham dan Oleh Gunnar Solskjaer sukses mencetak gol dan pertandingan berakhir dengan kedudukan 1-2 yang membuat Manchester United membawa pulang tropi Liga Champions.

  • AS Monaco vs Real Madrid

AS Monaco vs Real Madrid

Menang di leg pertama di perempat Liga Champions 2003/2004 dengan agregat skor 4-2 yang didapatkan di Santiago Bernabeu, pasukan Real Madrid sangat percaya diri melakoni pertandingan tandang ke kandang AS Monaco dan merasa bakal melaju ke babak semifinal. Bahkan ketika bertandang ke markas AS Monaco, pasukan Real Madrid kembali mencetak 1 gol dan membuat agregat skor menjadi 5-2. Suatu hal yang mustahil untuk dibalikkan secara logika, namun ternyata Ludovic Giuly dan Fernando Morientes berhasil menenggelamkan El Real setelah mereka mencetak 3 gol dan membuat agregat sama 5-5. AS Monaco berhasil lolos ke babak semifinal karena menang selisih jumlah gol tandang.

  • AC Milan vs Liverpool

AC Milan vs Liverpool

Kemenangan dan peraihan gelar juara Liga Champions 2005 ini mungkin sampai sekarang masih sangat terasa dan bakal diingat sepanjang masa oleh para veteran dan juga pendukung Liverpool. Betapa tidak, bermain di partai final, Liverpool dihajar 3-0 oleh pasukan AC Milan. Semangat juang dan keyakinan tinggi ditunjukkan oleh Steven Gerrard dan kawan-kawan. Liverpool berhasil menyamakan kedudukan menjadi 3-3 hanya dalam kurun waktu 6 menit saja. Dikarenakan pertandingan tersebut adalah partai puncak, maka untuk mencari pemenangnya ketika laga berakhir imbang harus ditentukan dengan cara penalti. Liverpool menang dengan skor 2-3.

  • Chelsea vs Napoli

Chelsea vs Napoli

Di leg pertama babak perempat final Liga Champions 2011/2012, Chelsea ditekuk oleh tuan rumah Napoli dengan skor 3-1. Walaupun leg kedua digelar di kandang sendiri, Stamford Bridge, namun bukan perkara mudah untuk dapat membalikkan keadaan dengan agregat skor yang besar itu. Namun Didier Drogba dan John Terry berhasil menyamakan agregat menjadi 3-3.

Sayangnya, pada menit ke-55 G Inler mencetak gol tambahan untuk Napoli dan membuat agregat sementara 3-4. Pada menit ke-75, Chelsea mendapatkan penalti yang tidak disia-siakan oleh Frank Lampard. Memasuki babak tambahan waktu, Chelsea memastikan melenggang ke babak semifinal setelah B Ivanovic mencetak gol di menit 105. Skor akhir menjadi 4-1 dan agregat antara Chelsea vs Napoli adalah 5-4.

  • Barcelona vs Paris Saint-Germain

Barcelona vs Paris Saint-Germain

Di babak 16 besar Liga Champions 2016/2017 kemarin, Barcelona ditekuk dengan skor 4-0 oleh tuan rumah Paris Saint-Germain di leg pertama yang digelar di Parc des Princes, Paris, Prancis. Tentunya sangat mustahil bagi Barcelona untuk dapat membalikkan keadaan terlebih kekuatan Paris Saint-Germain sangat hebat dan juga agregat golnya sangat tinggi. Namun semua masih dapat saja terjadi di sepakbola. Ketika menjalani leg kedua di Camp Nou, Luis Suarez membuka gol pertama Barcelona dan berturut-turut diteruskan oleh Lionel Messi dan Neymar serta tambahan gol bunuh diri dari Layvin Kurzawa. Edinson Cavani sempat mencetak gol tambahan di Camp Nou, namun Sergi Roberto membuat agregat skor menjadi 6-5 di menit 90+5.

Masukkan komentar anda.

To Top