Nature

7 Festival Teraneh dan Tergila di Dunia

7 Festival Teraneh dan Tergila di Dunia

Setiap negara tentunya memiliki acara besar atau juga festival yang megah dan selalu dirayakan setiap tahunnya. Mulai dari hanya sekadar perayaan hari kemerdekaan saja, sampai dengan acara-acara keagamaan atau kepercayaan, semua menjadi satu hal yang selalu dilalui dan digelar dalam format yang menarik.

Hanya saja, jika banyak festival besar di berbagai negara yang diselenggarakan semenarik mungkin, ternyata ada pula yang justru digelar dengan sangat ‘gila.’ Dikatakan gila karena memang penggelarannya sangat tidak wajar. Berikut adalah 7 daftar festival tergila dari seluruh dunia dari jasa bola.

  • Thaipusam Festival

Thaipusam Festival

Thaipusam Festival merupakan salah satu festival keagamaan yang digelar oleh umat Hindu di India. Masuk dalam kategori sebagai sebuah festival gila karena orang-orang yang mengikuti dan ikut meramaikan festival ini harus berkenan ditusuk atau menusuk bagian tubuhnya sendiri dengan benda-benda taham. Menurut kepercayaan setempat, semakin sakit yang dirasakan, maka akan semakin diberkatilah orang yang bersangkutan. Bahkan ada pula yang menancapkan atau mengaitkan benda-benda berat di kulit mereka untuk mendapatkan berkah tersebut.

  • Songkran Festival

Songkran Festival

Jika di India ada Thaipuism Festival yang sangat ekstrem, justru ada satu festival yang cukup menarik dan selalu diselenggarakan sekali setahun, yaitu Songkran Festival yang digelar di Thailand. Songkran Festival adalah suatu festival yang selalu bulan April yang dipercaya sebagai tahun barunya orang-orang di Thailand. Dikatakan menarik karena Songkran Festival digelar dengan cara saling mengguyur, menyemprot dan memercikkan air ke siapa saja yang ditemui di jalanan tanpa boleh marah apapun kondisinya. Festival ini selalu didatangi oleh banyak pelancong dari berbagai negara yang hanya sekadar ingin melihat saja, sampai dengan ikut memeriahkannya.

  • La Tomatina

La Tomatina

La Tomatina adalah sebuah festival yang selalu digelar di Kota Valencian yang mana terletak sekitar 30 kilometer ke arah timur dari Spanyol. Dalam festival ini, banyak orang akan tumpah ruah turun ke jalanan untuk perang tomat. Semua orang yang memiliki tomat di tangan mereka, dapat dengan leluasa melemparkannya ke orang yang dikehendaki, baik sudah kenal ataupun tidak kenal. Festival ini mulai ada pada bulan Agustus 1945 dan terus dilakukan sampai sekarang ini. Acara ini juga akhirnya diadopsi oleh beberapa negara di dunia, seperti di Amerika Serikat ada Colorado Texas Tomato War sampai dengan di India ada La Tomatina Holi.

  • Boryeong Mud Festival

Boryeong Mud Festival

Boryeong Mud Festival adalah suatu acara besar tahunan yang selalu digelar pada musim panas di Boryeong atau sebuah kota yang terletak sekitar 200 kilometer arah selatan dari Seoul, Korea Selatan. Seperti namanya, Boryeong Mud Festival adalah sebuah festival yang dilakukan dengan car mandi lumpur di sekitaran pantai di Daecheon. Dipercaya bahwa lumpur tersebut mengandung banyak mineral dan sangat bagus untuk kecantikan kulit. Boryeong Mud Festival digelar pertama kali pada tahun 1998 dan pada tahun 2007 kemarin, acara tersebut sukses mendatangkan sekitar 2,2 juta orang dari dalam atau luar Korea Selatan.

  • Night of the Radishes

Night of the Radishes

Night of the Radishes atau dalam Bahasa Spanyol dikenal dengan nama Noche de Los Rabanos adalah sebuah acara tahunan yang selalu digelar di Oaxaca, Meksiko. Acara ini awalnya diperkenalkan oleh orang-orang Spanyol yang datang ke Meksiko dengan membawa radishes dari Cina. Acara tersebut selalu digelar pada tanggal 23 Desember setiap tahunnya.

  • Ma’nene

Ma’nene

Sebuah tradisi yang selalu dilakukan oleh masyarakat di Tana Toraja, Sulawesi Selatan bernama Ma’nene ini jika dilihat cukup aneh, ekstrem dan juga sedikit menyeramkan. Betapa tidak, tradisi ini adalah membangkitkan mayat leluhur untuk membersihkan dan menggantikan pakaian yang dikenakan oleh jenazah setiap 3 tahun sekali dan selalu pada bulan Agustus. Masyarakat Tana Toraja mempercayai jika tradisi tersebut tidak dilakukan, maka akan terjadi musibah berupa panen buruk berkepanjangan.

  • Hadaka Matsuri

Hadaka Matsuri

Tidak kalah ekstrem sekaligus menarik dari festival atau tradisi lainnya, di Jepang ada satu acara tahunan yang bersifat keagamaan yang digelar setiap pertengahan bulan Agustus, yaitu Hadaka Matsuri atau Festival Telanjang. Memang secara detail tidak ada ketelanjangan yang dipertontonkan karena setiap peserta yang kesemuanya adalah pria mengenakan kain penutup bagian pribadi mereka layaknya sebuah celana dalam.

Masukkan komentar anda.

To Top