Entertainment

7 Film Indonesia yang Mendunia

7 Film Indonesia yang Mendunia

Mengenal Perfilaman Indonesia yang saat sedang naik-naiknya membuat beberapa film buatan Indonesia dapat bersaing dengan dunia hollywood. Walau belum bisa mengalahkan dunia perfilman buatan hollywood, berikut ini beberapa film Indonesia yang bisa dikategorikan mendunia di dunia perfilm menurut jasabola antara lain:

  1. Daun di Atas Bantal

Daun di Atas Bantal

Ini adalah kisah tragis dan manusia tentang tiga perjuangan anak-anak dengan kemiskinan dan merindukan kasih sayang keibuan. Heru, Sugeng, dan Kancil tidak asing dengan kehidupan yang keras di jalanan, di mana mereka menjual ganja untuk mencari nafkah. Film ini menggambarkan keributan sehari-hari mereka dan seringkali ilegal serta kenyataan menjadi miskin pada tahun 1997 Yogyakarta. Film yang diakui dunia internasional ini menampilkan anak jalanan lokal, bukan aktor anak, yang memberikannya rasa keaslian yang langka yang patut dicoba.

  1. The Rainbow Troops (Laskar Pelangi)

The Rainbow Troops (Laskar Pelangi)

Berdasarkan buku bestseller dengan judul yang sama, The Rainbow Troops menjelaskan kehidupan di Belitong, sebuah pulau terpencil di Sumatera. Cerita ini berkisah tentang sekelompok anak desa dengan perjuangan sehari-hari mereka mengejar pendidikan dan mimpi lebih besar dari kampung halaman mereka. Cerita masa kecil yang mengharukan ini juga secara halus berurusan dengan isu-isu sosial seperti kemiskinan dan korupsi dalam pengaturan sehari-hari yang tampaknya tidak berdosa. Buku dan film fenomenal ini mendorong munculnya Belitung sebagai salah satu tujuan wisata Indonesia yang sedang naik daun, dengan pantai-pantai perawan dan desa-desa menawan yang ditampilkan dalam film juga.

  1. Love for Share (Berbagi Suami)

Love for Share (Berbagi Suami)

Film ini bukan melodrama asmara khas Anda (tetapi itu tidak berarti itu tidak akan memicu emosi). Berurusan dengan poligami sebagai isu sosial yang relevan di Indonesia, film ini menceritakan kisah tiga wanita dengan kehidupan, usia, etnis, dan budaya yang berbeda, dengan hanya satu kesamaan: mereka semua memiliki suami yang mempraktekkan poligami. Film ini menguraikan realitas sehari-hari poligami dari perspektif perempuan dan telah menerima penghargaan secara nasional maupun internasional.



  1. Habibie & Ainun

Habibie & Ainun

Drama ini sangat diantisipasi karena didasarkan pada kisah cinta yang indah antara presiden ketiga Indonesia Habibie dan almarhum istrinya, Ainun. Ini menggambarkan masa muda Habibie, berdasarkan catatan yang dia tulis tentang Ainun. Film ini diambil di Indonesia dan Jerman, dengan pengaturan yang menyenangkan dan pertukaran yang memukau antara dua sejoli. Lebih dari sekedar kisah cinta, film ini juga berusaha meraih impian besar, karena juga menyentuh karier Habibie sebagai insinyur pesawat terbang dan presiden, serta kehidupan Ainun sebagai dokter yang sukses.

  1. The Mirror Never Lies

The Mirror Never Lies

Pakis adalah gadis Bajau muda, komunitas pribumi gipsi laut nomaden di Indonesia bagian timur. Sejak ayahnya tersesat di laut, Pakis telah mencari dia menggunakan cermin, tetapi tidak berhasil. Film ini adalah kisah masa kecil yang emosional dan karya lingkungan dengan visual memukau dari laut lepas Indonesia yang luas dan indah, belum lagi wawasan budaya yang akurat dan diteliti dengan baik. The Mirror Never Lies sering memutar film internasional, seperti Busan, Vancouver, dan Melbourne Film Festival.

  1. The Act of Killing

The Act of Killing

Meskipun terjadi lima dekade yang lalu, pembunuhan massal 1965 di Indonesia masih membentuk jiwa dan wacana bangsa. The Act of Killing adalah film dokumenter yang menangani perspektif tak terucapkan dari individu yang berpartisipasi langsung dalam salah satu tragedi terbesar bangsa. Ketika pertama kali keluar di Indonesia, film ini disambut dengan banyak perlawanan, membuktikan nilai nyata dalam menyampaikan yang tak terkatakan. Disutradarai oleh Joshua Oppenheimer, film dokumenter ini memenangkan beberapa penghargaan termasuk Dokumenter Terbaik pada Penghargaan BAFTA ke-67 dan juga pada 2013 European Film Awards.

  1. The Raid

The Raid

Razia adalah film Indonesia pertama yang masuk ke box office AS, dan bahkan berhasil mengamankan posisi sebagai film ke-11 yang paling banyak ditonton pada saat itu. The Raid menceritakan sebuah kisah tentang pasukan pasukan khusus yang misinya adalah untuk menangkap seluruh geng mafia dan membersihkan tempat persembunyian mereka. Film aksi ini mendukung plotnya yang mendebarkan dengan beberapa adegan pertarungan memukau yang menyoroti pencak silat, seni bela diri tradisional Indonesia. Debutnya di box office luar negeri dan festival film internasional berkontribusi untuk mempromosikan pencak silat sebagai olahraga yang semakin populer di banyak negara Barat.

Masukkan komentar anda.

To Top