Insight

7 Negara yang Pernah Alami Inflasi Terburuk dalam Dunia

7 Negara yang Pernah Alami Inflasi Terburuk dalam Dunia

Beberapa waktu lalu sempar diisukan bahwa Indonesia mengalami inflasi tertinggi setelah era tahun 1997-1998 kemarin. Hal itu dikarenakan Rupiah mencapai titik tertinggi terhadap Dollar Amerika Serikat dalam beberapa tahun terakhir. Namun sebenarnya, tingkat inflasi Indonesia adalah sangat kecil jika dibandingkan dengan banyak negara lain di dunia. Bahkan masih lebih kecil dibandingkan dengan 2 negara kaya raya, Arab Saudi dan Qatar berdasarkan dari Imf.org.

Dan untuk tahun ini, negara dengan hyperinflasi tertinggi dan terburuk di dunia dialami oleh Venezuela. Diperkirakan tingkat inflasi di Venezuela sampai akhir tahun 2018 ini bakal mencapai 1 juta persen. Namun selain Venezuela, ternyata ada beberapa negara yang pernah alami kondisi hiperinflasi. Berikut adalah 7 negara yang pernah alami inflasi terburuk dalam sejarah selain Venezuela berdasarkan The Hangke-Krus Hyperinflation Table diambil dari Streaming Online Indoxxi.

  • Cina

China

Pada bulan Oktober 1947, Cina mulai merasakan pergerakan inflasi yang semakin lama semakin memburuk. Dan per bulan April 1949, tingkat inflasi di Cina mencapai 5,070 persen dengan dominasi tertingginya sebesar CNY 6 juta yang mana dilaporkan oleh Xinjian Provincial Bank. Dikarenakan hal itu, Pemerintah Cina langsung memberlakukan peraturan yang sangat mengikat untuk segala bidang. Hiperinflasi tersebut berhasil terlewati setelah beberapa hari berselang dan kemudian benar-benar menjadi normal pada pertengahan bulan Mei 1949.

  • Yunani

Yunani

Pada bulan Mei 1941, tingkat inflasi di Yunani semakin naik. Hal tersebut dikarenakan invasi tentara Nazi Jerman pada bulan April di tahun yang sama. Pada saat Jerman dan Italia berperang di daerah Yunani, banyak bidang, mulai dari perkebunan sampai dengan industri mengalami kemerosotan. Untuk itu, nilai Drachmas atau mata uang Yunani jatuh di pasaran dunia dengan mencapai 13,800 persen per bulan oktober 1944. Hiperinflasi di Yunani tersebut akhirnya terlewati dan kembali normal setelah bulan Desember 1945.

  • Jerman Barat

Jerman Barat

Siapa sangka salah satu negara adidaya di Eropa pada waktu itu, Jerman Barat juga pernah mengalami masalah hiperinflasi. Hal tersebut terjadi pertama kali pada bulan Agustus 1922 dengan tingkat inflasi mencapai 29,500 persen pada bulan Oktober 1923. Bahkan DEM 5 juta setara dengan USD 714.29 pada bulan Januari 1923. Tingkat inflasi tersebut menurun dan akhirnya kembali normal pada bulan Desember 1923.



  • Republika Srpska

Republika Srpska

Republika Srpska merupakan pecahan dari Uni Soviet dan Serbia yang memproklamirkan diri sebagai negara negara merdeka pada tanggal 9 Januari 1992 lalu. Sayangnya, hanya dalam hitungan minggu saja, tepatnya pada bulan April 1992, terjadi kenaikan inflasi yang sangat tinggi di negara ini. Tingkat inflasi tertinggi adalah terjadi pada bulan Januari 1994 yaitu mencapai 297 juta persen. Untuk saja, pada bulan yang sama, Pemerintah Republika Srpska berhasil menstabilkan perekonomian dan inflasi turun ke titik normal.

  • Yugoslavia

Yugoslavia

Setali tiga uang dengan Republika Srpska, salah satu negara Eropa Timur lainnya yang pernah alami hiperinflasi terburuk adalah Yugoslavia. Negara satu ini mulai merasakan pergerakan inflasi yang semakin lama semakin melambung pada bulan April 1992. Hal tersebut disebabkan oleh sejumlah konflik yang dikenal dengan nama Perang Bosnia yang terjadi pada bulan 1992 sampai 1995. Tingkat inflasi tertinggi di negara ini terjadi pada bulan Januari 1994 yang mancapai 313 juta persen. Akhir dari hiperinflasi di Yugoslavia adalah pada bulan Januari 1994.

  • Zimbabwe

Zimbabwe

Negara yang pernah alami hiperinflasi terburuk kedua dalam sejarah adalah Zimbabwe. Hiperinflasi di negara tersebut terjadi pada bulan Maret 2007 yang terus merangkak sampai tahun 2008. Tingkat tertinggi inflasi di Zimbabwe terjadi pada pertengahan bulan November 2008 yang mencapai 7.96 miliar persen. Bahkan Rp 1 pada bulan 2008 kemarin setara dengan ZWR 10 miliar. Pada akhir ulan November 2008, hiperinflasi di negara tersebut akhirnya terlalui walaupun sampai sekarang belum sepenuhnya normal.

  • Hungaria

Hungaria

Mungkin sampai kapanpun tidak akan ada negara di dunia yang akan mengalahkan rekor pencapaian hiperinflasi seperti yang dialami Hungaria. Bermula pada bulan Agustus 1945, tingkat inflasi di Hungaria terus meningkat dan di bulan Juli 1946 menjadi puncak tertinggi inflasi di negara tersebut yang mana mencapai 4.190 kuadriliun persen atau nilai di atas 1 triliun lebih. Pada bulan yang sama, akhirnya Pemerintah Hungaria berhasil menurunkan tingkat inflasi tersebut sampai ke titik terendah jasabola.

Masukkan komentar anda.

To Top