Insight

7 Penguasa Dunia yang Lakukan Pencucian Uang

7 Penguasa Dunia yang Lakukan Pencucian Uang

Dari tahun ke tahun ada banyak orang yang terus menerus melipatgandakan kekayaannya dengan berbagai macam cara yang salah satunya adalah dengan melakukan pencucian uang atau money laundry. Nah, berikut ini adalah para pelaku money laundry terburuk dalam sejarah dunia.

  • Sani Abacha

Sani Abacha

Sani Abacha adalah pimpinan militer yang mana kemudian menjadi Presiden Nigeria pada tahun 1993. Dalam 5 tahun menjadi Presiden Nigeria, dia dan keluarganya menyedot uang kas negara dengan total GBP 3 miliar. Dikarenakan hal itu, nama Abacha masuk dalam Transparency International sebagai pemimpin dunia ke-4 yang paling korup dalam sejarah. Dia meninggal secara mendadak pada tahun 1998 di usianya yang ke-54 tahun yang mana ada kabar bahwa Abacha tewas karena diracun, namun tidak ada tindakan otopsi untuk membuktikannya.

  • Mobutu Sese Seko

Mobutu Sese Seko

Mobutu Sese Seko adalah Presiden Republik Kongo dari tahun 1965 sampai 1997. Dia menduduki peringkat 3 di daftar Transparency Internasional sebagai pemimpin dunia terkorup dengan perkiraan melakukan pencucian uang sebesar USD 5 miliar. Mayoritas uang tersebut digunakannya untuk menyewa pesawat Concorde dari Air France untuk berkeliling dunia, serta menggunakannya untuk berbelanja barang-barang mewah bersama keluarganya di Paris, Prancis. Mobutu meninggal dalam pengasingannya di Maroko pada tahun 1997.

  • Raja Leopold II

Raja Leopold II

Raja Leopold II dari Belgia menduduki peringkat ke-5 sebagai penguasa yang melakukan pencucian uang negara untuk kepentingan pribadi. Pada masa kepemimpinannya sebagai raja di Belgia dan juga dibukanya pasar bebas, Leopold secara efektif ditunjuk sebagai patriark untuk memberikan bantuan ke Congo Free State oleh banyak negara-negara dan kerajaan besar di dunia pada tahun 1885. Namun justru hal tersebut dimanfaatkannya untuk mengeruk hasil bumi berupa karet yang berasal dari Kongo.

  • Dawood Ibrahim

Dawood Ibrahim

Dawood Ibrahim adalah seorang pimpinan organisasi kriminal dengan anggota lebih dari 5 ribu orang di Pakistan, India dan Uni Emirat Arab. Dia dituding telah melakukan pencucian uang sampai dengan miliaran Dollar melalui jaringan keuangan Hawala serta mencuci uang dalam jumlah yang tak kalah besar dengan mengatasnamakan Osama Bin Laden. Selain itu, Dawood Ibrahim juga dituding sebagai organisator sekaligus pendana utama pihak teroris yang melakukan pengeboman di Mumbai pada tahun 1993. Walaupun Pemerintah Amerika Serikat memberikan label sebagai ‘teroris global’ kepadanya, namun pria satu ini kabarnya belum tersentuh hukum dan sekarang bertempat tinggal di Pakistan.

  • Ferdinand Marcos

Ferdinand Marcos

Ferdinand Marcos adalah seorang pengacara yang mana pernah juga menjabat sebagai Presiden Filipina dari tahun 1965 sampai 1986. Dia menduduki peringkat ke-2 dalam daftar Transparency International sebagai pemimpin dunia yang paling korup dengan nominal pencucian uangnya sebesar miliaran yang mana menggunakan nama bantuan rakyat melalui bank-bank di Amerika Serikat, Swiss dan beberapa negara lainnya. Selama 20 tahun kekuasaannya, bersama dengan istrinya, Imelda Marcos, dia telah membangun dinasti sendiri di Filipina. Dia tewas karena penyakit jantung pada tahun 1989 di Honolulu, Hawaii, saat menunggu persidangan atas kasusnya itu.

  • Pablo Escobar

Pablo Escobar

Pablo Escobar dapat dikatakan sebagai pimpinan organisasi kriminal terkaya dan tersukses dalam sejarah dunia. Di tahun 1989 saja, Escobar menduduki peringkat 7 dunia sebagai orang terkaya sejagat dengan total kekayaan mencapai USD 9 miliar. Bisnis narkoba dan juga pencucian uang yang dilakukannya sangat sukses sampai-sampai dia kekurangan tempat untuk dapat menyimpan uang-uangnya itu. Pada tahun 1992, Escobar ditembak mati setelah melarikan diri ketika akan ditangkap untuk yang kedua kalinya.

  • Soeharto

Soeharto

Menjabat sebagai Presiden Indonesia selama 32 tahun, Soeharto masuk dalam jajaran penguasa terkorup dan menduduki peringkat pertama di dunia. Setelah mengundurkan diri pada tahun 1998 lalu, Time mempublikasikan temuannya bahwa ada USD 15 miliar kekayaan dari Soeharto yang tersebar di 11 negara. Bahkan tercatat pula ada lebih dari USD 73 miliar kekayaan berupa aset yang dimiliki Soeharto dan keluarganya selama dia menjabat sebagai presiden. Sebelum harus menjalani hukuman atas perbuatan yang dilakukannya, Soeharto menghembuskan napas terakhirnya pada tahun 2008.

Masukkan komentar anda.

To Top